Jumat, 05 November 2021

Cerita Hamil Trimester Pertama

Di blogpost sebelumnya, sudah aku ceritakan bagaimana awal mula tahu positif hamil dan apa yang aku lakukan. Kali ini aku akan melanjutkan cerita hamil dari blogpost Minggu lalu, mulai dari pemeriksaan dokter hingga apa saja yang dirasakan selama hamil mulai dari trimester pertama hingga ketiga. Di blogpost kali ini akan aku ulas dulu kehamilanku di trimester pertama. Sepertinya akan sangat panjang jadi lebih baik dipisah-pisah saja ya bund.

cerita_hamil_trimester_pertama

Usia kehamilan 5-8 Minggu (2 bulan)

Pertama kali ke dokter kandungan langsung diperiksa USG dan dari hasil USG menunjukkan usia kehamilan 7 minggu atau sekitar 2 bulan. Itu dilihat dari ukuran kantong yang terlihat karena belum terlihat adanya calon janin, masih terlihat kantong kosong yang nantinya akan menjadi tempat janin jika kehamilan berkembang dengan baik. Jujur, aku merasa cemas dan takut. Takut kalau-kalau kehamilanku tidak berkembang. Dokter menyarankan diperiksa lagi bulan depan untuk melihat perkembangan janinnya. Di minggu-minggu awal ini aku mulai merasakan mual dan ketidaknyamanan.

Usia kehamilan 9-13 Minggu (3 bulan)

Tanggal 14 September 2020 aku kembali periksa USG lagi. Belum ada satu bulan sih dari pemeriksaan sebelumnya, dilihat dari hasil USG nya saja masih menunjukkan usia kehamilan 9 minggu. Dari hasil USG sudah terlihat ada calon janin. Aku bahagia sekali, rupanya sudah ada perkembangan janinku. Kata dokter masih harus dipantau terus sampai janin dinyatakan berkembang dan sehat. Aku nurut saja apa kata dokter. Dokter juga mengingatkan untuk tidak berhubungan dengan suami dulu karena usia kehamilan ku masih terbilang rawan apalagi dengan riwayat pernah flek. Karena aku belum pernah periksa ke puskesmas, dokter juga meminta untuk segera ke Puskesmas agar dilakukan tes lab untuk ibu hamil sekaligus mendapatkan buku KIA.

Tanggal 17 di bulan yang sama, atas rekomendasi dokter aku langsung ke Puskesmas. Disitu langsung dilakukan cek lab, diambel sampel darah dan urin untuk melihat Hb, HIV, Hbs Ag, dan Sifilis. Alhamdulillah hasil bagus semua. Kalau di Puskesmas tempatku ini tanpa harus tanya dulu langsung dilakukan tindakan seperti itu tadi. Tapi ada juga Puskesmas yang tidak langsung melakukan tes lab jika tidak diminta oleh pasien. Harus aktif dan berani yaa minta untuk tes lab kalau tidak ditanya. Karena tes lab untuk ibu hamil sangat penting untuk mengetahui sejak dini resiko-resiko kehamilan dan melahirkan.

Seperti pemeriksaan ibu hamil lainnya, aku di cek tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas. Yang bermasalah yaitu pada tinggi badan. Tinggi ku memang dibawah 150 cm dan katanya itu cukup beresiko tinggi untuk hamil, terutama melahirkan. Aku sendiri tidak ada rasa takut kalau untuk yang ini. Yang memberikan aku tubuh seperti ini adalah Allah, kalau aku hamil dan melahirkan juga diserahkan saja sama Allah. Yang penting sudah berusaha terbaik menjaga segala sesuatunya selama kehamilan.

Oh ya untuk keluhannya, dari awal tahu hamil sampai akhir September hanya mual dan kadang muntah. Normal lah yaa hamil muda keluhannya seperti itu. Biasanya ibu hamil mual saat pagi hari, tapi aku justru mual saat sore dan malam hari. Beruntungnya, makanan masih bisa masuk banyak dan ngga merasa eneg sama makanan. Jadi apapun bisa termakan meskipun terkadang harus dimuntahkan lagi. Nikmat sekali ya bund hamil muda tuh hehe.

Bulan Oktober aku nggak USG ke dokter dan hanya periksa ke Puskesmas saja karena tidak ada keluhan yang serius dan kebetulan membutuhkan tes lab. Ada keluhan ujung jari tangan dan kaki kebas. Di Puskesmas dilihat kolesterol dan asam urat, tapi ternyata hasil lab bagus semua. Mungkin memang ini bawaan si dede bayi ya hihi. Di Puskesmas ini juga di USG. Tapi menurutku kurang bagus USG di Puskesmas. Sepertinya dokternya dokter umum, jadi kesannya seperti kurang menguasai. Pemeriksaan USG kali ini menunjukkan usia kehamilan 14 Minggu, yaitu minggu-minggu terakhir trimester pertama.

Selesai sudah trimester pertama. Aku bisa dibilang sangat sehat dan sedikit keluhan. Hanya mual dan kadang muntah yang cukup mengganggu. Bahkan tidak ada yang tahu kalau aku sedang hamil. Aku juga masih bekerja ngajar les saat hamil muda ini. Mereka tahunya sudah mendekati mau acara 3 bulanan. 

Alhamdulillah rasanya senang sekali sudah terlewat trimester pertama atau 3 bulan pertama yang mendebarkan. Oh ya bagi yang sedang hamil jangan lupa juga untuk selalu minum vitamin yang diberikan oleh bidan atau dokter karena itu sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Di usia 3 bulan ini janin mulai tumbuh dan berkembang pesat mulai dari pembentukan organ tubuh hingga otak.

Semangat para bumil. Apapun yang dirasakan pokoknya harus tetap semangat. Kalau ada keluhan yang dirasa tidak normal jangan lupa untuk selalu memeriksakan ke bidan, dokter, atau Puskesmas. Kita harus menjaga dua nyawa kan ya, jadi ya gitu jangan menyerah apapun hadapi rintangannya hehe. Semangaaatt

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo, berkomentarlah dengan sopan ya karena kata-katamu adalah cerminan dirimu. Thank you sudah mampir.